Melalaikan Sholat

Posted: 24 Juni 2010 in Meninggalkan Sholat
Tag:,

Nilai ibadah yang tertinggi adalah sholat, sehingga walaupun segalanya istimewa, semuanya itu sia-sia tidak akan diterima ALLAH SWT.

Rasul menerangkan bahwa yang pertama kali ditanya dalam penghisaban adalah sholat. Jika sholatnya rusak, maka rusak segala amalnya. Bagai air yang banyak didalam tempat yang bocor walau kecil, air itu tetap akan habis tak ada yang mengendap. Demikian pula halnya amal banyak tanpa mendirikan sholat.

Janganlah yang TARIKUSH SHALAT (ANTI SHALAT), yang sholatpun akan binasa dan mendapat siksa jika dalam melakukannya suka lalai, kadang-kadang sholat kadang-kadang cuti.

Pengetian lalai cukup banyak antara lain :

1. Jika datang wakut sholat , dia menunda-nunda nanti saja hingga habislah waktunya (ini menurut tafsiran Ibnu Abbas).

2. Didalam sholat, dia lalai menunaikan rukun-rukun dan syarat-syaratnya sebagai mana yang diperintahkan sara`.

3. Tidak pernah terlintasĀ  didalam hatinya untuk bisa sholat dengan khusu` apalagi memahami makna-makna bacaannya.

4. Lebih-lebih jika waktu sholat ashar yang waktunya sempit, dia selalu mengakhirkannya.

5. Berdiri sholat hanya ingin dipuji orang, agar disebut taat, supaya diakui oleh massa bahwa diapun islam lalu dengan harapan ditetapkan dalam suatu jabatan dan lain sebagainya. Jadi pada prinsipnya dia melakukan sholat bukan dengan tujuan mencari ridha Ilahi.

Firman Allah SWT :

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. ” (Q.S. An Nisa : 142-143).

Kata Rasul SAW : Barang siapa terkena tanda-tanda itu, sempurnalah dia termasuk nifaq amali. Sholat yang demikian itu termasuk sholatnya orang yang munafiq, oleh sebabĀ  mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.

Dalam hadits shahih beliau bersabda:

“Itu sholatnya si munafiq, itu sholatnya si munafiq, itu sholatnya si munafiq. Tidak mengingat Allah didalamnya kecuali sedikit sekali”.

Untuk mendapatkan fadilat sholat yang istimewa, hendaklah sholat pada waktunya, dalam arti begitu masuk waktu segera melakukannya, sebab setiap waktu sholat itu ada waktu yang utama (fadllahnya) dan ada waktu ikhtiar (pilihan).

Waktu utama (fadllah) 5 s/d 10 menit sejak masuknya waktu sholat.

Pernah suatu kali seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW : “Wahai Rasulullah! Saya ini sudah tua, tak kuasa lagi berjihad ataupun melakukan kebaikan-kebaikan lainnya, tapi saya ingin tidak berkurang pahala dalam mengisi sisa umurku ini”. Jawab Rasul: ” Sholatlah engkau selalu pada waktunya, pahalamu (pahala karena bersegera) sama dengan jihad fi sabilillah”.

Adapaun balasan orang yang suka melalaikan sholat, disebutkan dalam firma ALLAH SWT :

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya” (Q.S. Al Maa`uun : 4-5)

Sumber: http://irdy74.multiply.com/journal/item/39

Komentar
  1. Ryo4life mengatakan:

    Terimakasih mas.. Kunjungi juga http://distributor4life.co.cc/ semoga ada hal yang bermanfaat…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s