Kewajiban untuk Jum’atan

Posted: 25 Juni 2010 in Sholat Fardhu
Tag:

Hari Jum’at adalah hari penting bagi kaum muslim, dibandingkan dengan hari-hari yang lainnya. Mari simak hadits Rasululloh SAW berikut.“Sebaik-baik hari adalah hari Jum’at, pada hari itulah diciptakan Nabi Adam, dan pada hari itu dia diturunkan ke bumi, pada hari itu pula diterima taubatnya, pada hari itu pula beliau diwafatkan, dan pada hari itu pula terjadi Kiamat. Pada hari itu ada saat yang kalau seorang muslim menemuinya kemudian shalat dan memohon segala keperluannya kepada Allah, niscaya akan dikabulkan.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai)

Pada hari Jum’at pula dilakukan Jum’atan, ibadah khusus seminggu sekali yang wajib diikuti oleh kaum lelaki muslim. Tentu saja ada dalilnya mengapa ibadah Jum’atan ini wajib dilakukan, yakni:

a. Al Jumu’ah(62):9,“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, dan itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.”
b. “Hendaklah orang-orang itu berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at atau kalau tidak, Allah akan menutup hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang yang lalai.” (HR. Muslim)
c. “Sungguh aku berniat menyuruh seseorang (menjadi imam) shalat bersama-sama yang lain, kemudian aku akan membakar rumah orang-orang yang meninggalkan shalat Jum’at.” (HR. Muslim)
d. “Shalat Jum’at itu wajib bagi tiap-tiap muslim, dilaksanakan secara berjama’ah terkecuali empat golongan, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud dan Al-Hakim, hadits shahih)

Keutamaan sholat Jum’at dinyatakan dalam hadits berikut, Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Barangsiapa yang mandi Jumat seperti mandi junub kemudian berangkat (ke masjid), maka seolah-olah ia berkurban unta. Barangsiapa yang berangkat pada saat yang kedua, maka seolah-olah ia berkurban lembu. Barangsiapa yang berangkat pada saat ketiga, maka seolah-olah ia berkurban kibas yang bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada saat yang keempat, maka seolah-olah ia berkurban ayam. Dan, barangsiapa yang berangkat pada saat kelima, maka seolah-olah ia berkurban telur. Apabila imam keluar (naik mimbar), maka para malaikat mendengarkan khutbah.” (HR Bukhari)

Dengan demikian, nyatalah bahwa ibadah Jum’atan adalah kewajiban bagi kaum muslim terutama laki-laki yang sudah baligh, sehat, dan bermukim (tidak sedang bepergian).

TUNTUNAN SHOLAT JUMAT

Sholat Jumat dikerjakan sebanyak dua rakaat, dengan didahului oleh khutbah Jumat. Khutbah Jumat ini menjadi salah satu syarat sahnya sholat Jumat. Sholat Jumat, selain merupakan perintah Allah, juga merupakan sunnah Rasulullah saw. Dasar hokum sholat Jumat diantaranya adalah:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah : 9).
“Jumat itu suatu kewajiban atas tiap-tipa muslim dengan berjama’ah kecuali empat orang yaitu : hamba sahaya, perempuan, anak-anak dan orang sakit.” (HR.`Abu Dawud dan Al-Hakim).
Sholat Jumat adalah kewajiban atas tiap-tiap muslim dalam jamaah kecuali lima orang: hamba sahaya, wanita, anak kecil dan orang sakit dan musafir”.
“Hendaklah orang-orang itu berhenti dari meninggalkan sholat Jumat atau kalau tidak, Allah akan menutup hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang yang lalai.” (HR. Muslim)

“Sungguh aku berniat menyuruh seseorang (menjadi imam) sholat bersama-sama yang lain, kemudian aku akan membakar rumah orang-orang yang meninggalkan sholat Jumat.” (HR. Muslim)

Syarat Wajib dan Syarat Sah Sholat Jumat

Seperti halnya ibadah lain, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan sholat Jumat. Syarat dalam pelaksanaan sholat Jumat terbagi atas syarat wajib dan syarat sah. Syarat wajib adalah syarat yang diwajibkan bagi seseorang untuk melaksanakan sholat Jumat. Orang yang tidak dapat memenuhi syarat wajib ini tidak diharuskan untuk melaksanakan sholat Jumat. Sedangkan syarat sah adalah syarat yang harus dipenuhi agar sholat Jumat yang dilaksanakan sah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammas saw.

Syarat wajib sholat Jumat meliputi:
Islam
Laki-laki
Baligh
Berakal
Sehat
Merdeka
Penduduk tetap (mukim) bukan musafir.

Adapun syarat sah sholat Jumat terdiri dari beberapa hal, yaitu:
Sholat Jumat diadakan dalam satu tempat (tempat tinggal) baik di kota maupun di desa. Tidak sah mendirikan sholat Jumat yang tidak merupakan daerah tempat tinggal atau jauh dari pemukiman penduduk.
Sholat Jumat diadakan secara berjama’ah. Jumlah minimal untuk syahnya sholat
Jumat berbeda-beda dalam pandangan ulama. Ringkasannya sebagai berikut :
Menurut Abu Hanifah minimal 3 orang selain imam. Dalilnya bahwa yang disebut jamak (jamaah) itu adalah tiga ke atas.
Menurut Imam Malik harus ada minimal 12 orang untuk syahnya sholat Jumat.
Dalilnya adalah riwayat yang menceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW sedang khutbah Jumat, tiba-tiba datang rombongan kafilah dagang pulang dari berniaga. Serta merta jamaah bubar menyambutnya dan hanya tersisa 12 orang saja. Peristiwa itu menjadi asbabunnuzul surat Al-Jumuah.
Menurut Imam Syafi‘i dan Ahmad bin Hanbal minimal harus ada 40 orang penduduk setempat untuk melakukan sholat Jumat.
Dalilnya adalah hadits Kaab tentang awal mula dilaksanakannya sholat Jumat. Diterangkan bahwa saat itu jumlahnya 40 orang. HR Abu daud dan Ibnu Majah. Masih menurut mereka, belum ada nash yang tsabit yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW sholat Jumat dengan jumlah jamaah kurang dari 40 orang.

Hendaklah dikerjakan pada waktu zhuhur.
Dari Anas bin Malik ra. Rasulullah SAW sholat Jumat ketika telah tergelincir matahari. (HR. Al-Bukhori).

Diawali dengan dua khutbah.
Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah berkhutbah pada hari Jumat dua khutbah dengan berdiri dan beliau duduk di antara kedua khutbah itu. (HR. Bukhori dan Muslim)

Sunnah Sholat Jumat

Ada beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan sebelum sholat Jumat, yaitu:
Mandi
Memotong kuku dan kumis
Memakai pakaian yang rapi dan bersih (warna putih lebih utama).
Memakai wangi-wangian.

“Siapa yang mandi pada hari Jumat dan memakai pakaian terbaik yang dimiliki, memakai harum-haruman jika ada, kemudian pergi Jumat dan di sana tidak melangkahi bahu manusia lalu ia mengerjakan sholat sunnah, kemudia ketika imam datang ia diam sampai selesai sholat Jumat maka perbuatannya itu akan menghapuskan dosanya antara Jumat itu dan Jumat sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
“Adalah Rasulullah SAW memotong kuku dan mencukur kumis pada hari Jumat sebelum beliau pergi sholat Jumat. (HR. Al-Baihaqi dan At-Thabrani).
Berdoa ketika keluar rumah.
Segera menuju ke masjid dengan berjalan kaki perlahan-lahan dan tidak banyak bicara.
Ketika masuk masjid melangkah dengan kaki kanan dan membaca doa.
Melaksanakan sholat sunnah tahiyyatul masjid.
“Apabila seseorang masuk masjid maka hendaklah dia mengerjakan sholat dua rakaat sebelum ia duduk.” (HR. Abu Daud dari Abu Qatadah).
I’tikaf sambil membaca Al-Qur’an, berdzikir darau bersholawat jika khatib belum naik ke mimbar. Jika khatib sudah naik ke mimbar maka hendaklah menghentikan dzikir atau bacaan Al-Qur’an untuk mendengarkan khutbah.

Khutbah Jumat

Sebelum aholat Jumat dilaksanakan, khatib akan memberikan khutbah Jumat, yang menjadi salah satu syarat sah sholat Jumat. Khotbah Jumat ini dilaksanakan sebanyak dua kali, dengan diselingi oleh waktu sejenak, dimana khotib duduk diantar dua khutbah tersebut.

Rukun Khutbah
Mengucapkan pujian kepada Allah, minimal dengan ucapan “Alhamdulillah”.
Mengucapkan dua kalimat syahadat.
Membaca sholawat Nabi.
Berwasiat atau memberi nasihat kepada jama’ah agar bertkwa kepada Allah dan memberikan pelajaran lain sepeti keimanan, akhlak, hukum atau masalah-masalah lain yang bermanfaat bagi jama’ah.
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an pada salah satu khutbah.
Berdoa pada khutbah kedua untuk kaum muslimin dam mu’minin baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal dunia.

Syarat Khutbah
Diklaksanakan pada waktu zhuhur.
Dilakukan dengan berdiri.
Khatib duduk diantara dua khutbah
Khatib harus suci dari hadats dan najis
Khatib harus menutup aurat
Harus keras sehinnga tersengar oleh jama’ah
Tertib

Sunnah Khutbah
Khutbah dilakukan di atas mimbar atau di tempat yang kebih tinggi.
Memberi salam pada awal khutbah pertama sebelum muadzin mengumandangkan adzan.
Duduk sejenak setelah salam (ketika muadzin mengumandangkan adzan).
Khutbah diucapkan dengan kalimat yang fasih, jelas dan mudah difahami.
Khutbah disampaikan tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek.
Khatib membaca surat Al-Ikhlas pada waktu duduk diantara dua khutbah.

Ketika khotib sedang membaca khutbah, maka jamaah harus memperhatikan apa yang disampaikan khotib. Dalam sebuah hadits dinyatakan sebagai berikut :
Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW telah bersabda : “Apabila engkau berkata kepada temanmu pada hari Jumat “diamlah” sewaktu imam berkhutbah, maka sesungguhnya telah sia-sialah Jumatmu.” (HR. Al-Bukhori Muslim).

Komentar
  1. raflie mengatakan:

    apa hukumnya bila tidak shalat jumatan…. apa hukuman atau dosanya??? dan bagaimana menggantinya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s