Pentingnya Wudhu Sebelum Tidur & Sholat Subuh (Sholat Malam)

Posted: 11 Agustus 2010 in Serba-Serbi Sholat
Tag:, , , ,

Bismillah hirRohman nirRohim

Wahai kaum Muslim, wahai orang-orang beriman! Hari Ini adalah awal Ramadhan saatnya kita berpuasa kembali, yang Allah SWT memberkahi kita dengannya. Inilah bulan yang melatih kita untuk menaklukkan musuh terberat kita dalam kehidupan yaitu hawa nafsu (ego) dari diri kita sendiri.

Wahai kaum Muslim, musuh yang menentang kita selalu mencari-cari kesempatan dimana kita lengah untuk menyerang ego kita.  Dan seorang yang bekerja dengan setan, egonya akan lebih kuat dan seorang yang bekerja dengan Nabi SAW dan dengan gurunya agar berada didepan pintu Allah SWT dalam Hadirat Ilahiah adalah orang yang selamat.

Dikatakan dalam bahasa Arab, “man `alamanee harfan sirta lahu `abdan” – Siapa yang mengajariku satu huruf;  aku akan menjadi seorang pelayan baginya. Bayangkan, Sahabat ra mereka duduk dihadapan Nabi SAW dan mereka belajar dari beliau saw, mereka semua menjadi pelayan Sayyidina Muhammad SAW. Mereka menjadi bagai bintang-bintang sebagaimana Nabi SAW sabdakan ,”Ashabee kan-nujoom bi ayihim aqtadaytum ahtadaytum” ,  “Sahabat-Ku bagaikan bintang-bintang yang akan membimbingmu.” Dan pewaris para Sahabat saat ini adalah Awliya Allah ( Wali Allah ) yang telah Allah SWT letakkan dibawa Kubah-Nya, Nabi SAW pernah berkata, dari hadist suci “Awliyaee tahta qibaabee, la
y`alamahum ghayree
” “Wali-wali-Kuada di bawah kubah-Ku*, tidak seorangpun selain Aku yang mengetahui mereka. Artinya Allah SWT telah memberikan tiap wali sebuah kubah dimana dia dapat menyembunyikan dirinya dibawah
naungan kubah itu. Dan Nabi SAW bersabda dalam hadist suci, “man adhaa lee waliyan faqad adhantahu bil-harb “
- Barang siapa yang menentang satu awliya-Ku, Aku mendeklarasikan perang terhadapnya. Bagaimana kita menentang seorang wali? Bagaimana kita menyerang seorang wali? Meskipun wali diberikan kepada kita, mengajari, mendukung kita, bagaimana kita mengijinkan diri kita menyerang seorang wali adalah sangat mudah dengan mendengarkan ego kita dan tidak mendengarkan Syaikh kita. Itulah masalahnya.

Kini, masalah kita adalah ego kita keluar terlebih dulu lalu yang kedua baru Syaikh yang keluar. Manfaat kita datang, keuntungan datang lebih dulu kemudian baru Syaikh. Itulah mengapa Nabi SAW telah menyebutkan dalam sebuah hadist bahwa:  “Berhati-hatilah, jangan menjadi malas!”. Dan mereka menjawab: “Ya Rasul Allah, bagaimana kita akan menjadi malas?”  Dan beliau berkata: “Sangat sederhana menjadi malas.” Dan aku akan mengucapkan hadist, hadist ini ada dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim (dinarasikan oleh Abu Huraira RA) bahwa Nabi SAW bersabda..

“Ketika seseorang pergi tidur, Setan segera datang dan membuat tiga ikatan, tiga hijab pada orang itu. Segera
ketika dia pergi tidur”. Itulah mengapa dianjurkan berwudhu sebelum tidur, karena Setan tidak akan datang. Begitu banyak manusia saat ini, mereka tidur tanpa berwudhu. Mereka tidur tanpa shalat 2 rakaat. Kita semua mempunyai masalah ini meskipun guru kita mengajarkan: jangan tidur tanpa berwudhu. Sehingga Nabi SAW bersabda: “Setan datang dan membuat 3 buah ikatan kepada semua orang, meletakkannya dikepalamu, dikepala orang-orang dan berkata: Oh ini malam yang panjang, tidurlah, jangan ganggu dirimu”.

Kau habiskan waktu hingga pukul 12 malam, 1 pagi menonton televisi, melihat hal-hal yang tidak penting bagimu, sebaliknya tidur lebih cepat setelah shalat Isya selama satu atau 2 jam kamudian tidurlah. Setan berkata: malammu yang panjang, jangan kuatir tentang itu. Karena dia tidak ingin kau bangun untuk ibadah Fajr dan apa yang Nabi SAW katakan: segera ketika kau bangun dan tidak mendengarkan Setan, kau terjaga dimalam hari lekaslah sebut nama Allah,
ucapkan: “asy-hadu an laa ilaa ha ilallah wa asy-hadu anna Muhammadur rasulullah atau ucapkan Allah..Allah, atau ucapkan apapun yang kau mau, bershalawat kepada Nabi SAW.” Allahumma sholli alaa muhammadin wa alaa ali
muhammadin wa salim”.

Beliau berkata segera kau bangun, bukalah matamu, segera sebutkan nama-nama Allah, atau nama-nama Nabi SAW, atau nama Syaikhmu karena Nabi SAW pernah berkata: Dengan menyebutkan nama orang yang shaleh, wali, hamba yang tulus, Rahmah akan datang. Jadi sebutkan nama siapa saja, satu dari ikatan ini akan segera terlepas, maka tersisa 2 buah ikatan.

Jika setelah bangun orang itu segera menyebutkan nama Allah, satu ikatan akan lepas, kemudian dia berwudhu maka ikayan kedua akan terlepas, hijab kedua, 2 buah kesulitan akan disingkirkan. Jika dia shalat, seluruh ikatan akan terlepas. Dia akan menjadi kuat, berenergi setelah melaksanakan shalat wudhu 2 rakaat, seluruh hijabnya akan disingkirkan, seluruh kesulitannya akan disingkirkan dan dia akan mampu, dia akan menemukan energi dalam
dirinya dan nafasnya akan menjadi segar. Itulah yang Allah sukai, yang para malaikat sukai. Mereka datang
untuk mengambil hasanat ke Hadirat Ilahiah.

Jika dia tidak melakukannya, apa yang Nabi SAW katakan? Jika kau tidak melakukannya, jika kau tidak bangun, jika kau tidak menyebut nama Allah, jika kau tidak berwudhu, jika kau tidak shalat, apa yang terjadi kepadamu? Dia akan menjadi manusia dengan ego yang paling kotor. Dirinya akan menjadi sangat kotor, malas, tidak mampu melakukan apa-apa seharian dan itulah mengapa selama sehari orang berkata kepada Mawlana Syaikh, kepada Syuyukh kita dan
berkata: Oh Mawlana, kami mepunyai masalah ini; oh Mawlana kami mempunyai kesulitan-kesulitan ini; oh Mawlana..dan berbagai kesulitan dan keluhan lainnya.

Perhatikan apa yang telah kau lakukan dimalam hari. Apakah kau bangun? Apakah kau melakukan shalat tahajjud? Apakah kau melakukan salatun Najat? Apakah kau melakukan Salatu Tasbih? Apakah kau beribadah Fajr pada waktunya? Tidak! Jadi apa yang terjadi pada kami? Kami menghadapi masalah seharian.

Maka shalatlah dimalam hari. Jangan isi malammu dengan tidur sepanjang malam. Shalatlah dimalam hari, ketika
orang lain sedang tidur. Kau akan memasuki Surga dengan damai dan kau akan masuk Surga karena Allah SWT ridho kepadamu dan Nabi SAW ridho kepadamu dan aku akan menutupnya dengan ucapan Ibn Mas’ud RA. Dan hadist ini juga ada dalam Bukhari dan Muslim, yaitu: “Mereka menceritakan kepada Nabi SAW bahwa seorang laki-laki tidur sepanjang malam hingga dia tidak melaksanakan shalat Subuh. Dia bangun ketika matahari sudah tinggi. Apa yang kau harapkan Nabi SAW katakan? Apa yang kau harapkan Nabi SAW katakan? Ini sangat penting! Beliau berkata, “Inilah orang yang Setan telah mengencingi telinganya.” Setan kencing dalam telinganya. “Orang itu kotor, seluruh harinya kotor!”

Wahai kaum Muslim, jangan kita mengotori hari kita. Kita harus mendengarkan dan berharap bahwa Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk mendengarkan Shuyukh kita, guru-guru kita karena seperti yang aku katakan sebelumnya, seorang yang mengajariku satu huruf, ini disebutkan dalam bahasa Arab, aku menjadi seorang pelayan dan budak bagi orang itu. Semoga Allah SWT memelihara kita menjadi pelayan di ambang pintu Syaikh kita. Aquulu qawli hadzaâ

Wa min Allah at Tawfiq

ditulis oleh: Mawlana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani ar-Rabbani qs Lefke

sumber:http://www.opensubscriber.com/message/tamanbintang@yahoogroups.com/8699157.html

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s