Makna Sholat dalam Kehidupan Sehari-hari

Posted: 28 November 2010 in Serba-Serbi Sholat
Tag:, , ,

Saat terindah bagi seorang pecinta adalah ketika ia bertemu, bercengkrama, dan berdialog dengan orang yang dicintainya. Ketika itu, segala beban hidup dan kenestapaan akan hilang seketika. Bagi para shalihin, bertemu Allah lewat shalat adalah saat yang paling dinantikan. Karena pada waktu itulah mereka bisa mencurahkan semua isi hati tentang rasa cemasnya dan risaunya diri tatkala kerinduan menghampiri dan bermi’raj menuju Allah.

Dalam melaksanakan kewajiban sholat lima waktu kita dapat menghadirkan beberapa makna dalam kehidupan sehari-hari diantaranya: mengajari kita bagaimana mengawali segala sesuatu dengan niat yang baik, hal ini bisa tercermin, sebelum memulai shalat kita harus mengawalinya dengan niat. Niat sangat penting dalam ibadah. Diterima tidaknya sebuh ibadah akan sangat dipengaruhi oleh niat.
Dengan gerakan sholat yang dinamis, diantaranya: dimulai dengan takbir (mengangkat kedua tangan), rukuk, I’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, dan diakhiri dengan salam. Diantara kesemua gerakan dalam sholat yang paling mengesankan adalah sujud, ini dikarenakan kebanyakan dari kita menganggap bahwa kepala merupakan sumber kemuliaan tapi ketika sujud, kepala dan kaki sama derajatnya. Bahkan setiap orang yang sama derajatnya ketika sholat ini mengandung hikmah. Bahwa dalam hidup kita harus tawadhu. Ketawadhuan adalah cerminan kesuksesan mengendalikan diri, mengenal Allah, dan mengenal hakikat hidupnya. Bila kita tawadhu (rendah hati) maka Allah akan mengangkat derajat kita. Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata: sesungguhnya Rasulullah saw, bersabda: “Sedekah tidak akan mengurangi harta (sebab Allah akan mengganti yang lebih banyak), setiap orang yang suka mengampuni (kesalahan teman), akan ditambah kemuliaannya oleh Allah. Dan seseorang bila bertawadhu, karena Allah akan diangkat derajatnya.” (H.R. Muslim).

Sholat mengajarkan kepada kita bagaimana hidup bersih, sehat, dan menjaga kesucian baik secara lahir maupun batin. Tidak akan pernah diterima shalat seseorang apabila tidak diawali dengan bersuci. Dalam Q.S. As Syams: 9-10 Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan dirinya dan sesungguhnya sangat merugi orang yang mengotori dirinya”. Dengan kata lain, siapa yang shalatnya khusyuk maka ia akan selalu berpikir bagaimana lahir batinnya bisa selalu bersih.

Makna selanjutnya dari shalat adalah salam. Shalat selalu diakhiri dengan salam, yang merupakan sebuah doa semoga Allah memberikan keselamatan, rahmat, dan keberkahan bagimu. Ucapan salam ketika shalat merupakan garansi bahwa diri kita tidak akan pernah berbuat zalim pada orang lain. Ini adalah kunci sukses, karena setiap kali kita berbuat zalim, maka kezaliman itu akan kembali pada diri kita.

Semoga kita dapat melaksanakan kewajiban sholat dengan khusuk yang pada akhirnya mampu mengaplikasikan makna sholat dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: http://akurienj.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s