Alasan apa lagi untuk tidak Sholat Subuh?

Posted: 3 Juli 2010 in Meninggalkan Sholat
Tag:

Seorang teman pernah berkata, “sebenarnya saya tahu kapan waktu sholat shubuh. Sayangnya mustahil bagi saya bangun  pada saat itu. Anda tidak tahu bagaimana kondisi saya. Fisik saya tidak mengijinkan. Seharian saya bekerja keras. Karena penghasilan yang kurang malamnya saya mengerjakan pekerjaan lain. Bukankah Allah itu maha pengampun dan penyayang? tentunya akan mentolelir keadan saya ini dan mengampuni dosa saya

Memang benar Allah itu maha pengampun dan penyayang, tapi bila ditujukan pada masalah diatas ya jelas keliru. Bila Allah mengampuni setiap manusia jujur dan manusia pendusta, orang taat dan orang yang bermaksiat lantas apa gunanya amal? mengapa pula harus bersungguh²? lalu untuk apa pula orang yang taat pada Allah melawan hawa nafsunya sehingga ia harus bangun dimalam yang begitu dingin hanya untuk pergi kemasjid?

Memang Allah mengampuni semua dosa hambaNya yang memohon ampunan. Tapi kata² saja tidak cukup. Kesungguhan memohon ampun harus dibuktikan dengan amal. Tidak semua manusia mendapat ampunan dari Allah. Syaratnya ia harus bertaubat secara sungguh², beriman, beramal shalih dan istiqomah. “Dan sesungguh aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap dijalan yang benar” (Thaha:82).

Mari kita bersama² merenungkan beberapa hal berikut :

Pertama, Allah tidak akan membebani hambaNya kecuali sesuai kadar kemampuannya (Al-Baqoroh:286).

Hal ini merupakan ketentuan dan syariat agama, bukan buatan manusia. Jadi tidak ada unsur cocok²an. ketentuan ini murni dari Allah pencipta alam semesta termasuk manusia. Allah mengetahui kemampuan setiap ciptaaanNya. Karena itu semua yang diwajibkan  Allah pasti manusia bisa mengerjakannya. Dengan demikian semua hukum syariat berada pada batas yang mampu dikerjakan oleh manusia. Kita tidak meragukan hal itu.

Selanjutnya mari kita bertanya pada diri masing², apakah sholat shubuh merupakan sebuah kewajiban atau tidak?

Jawabannya tentu sangat jelas sholat shubuh wajib bagi setiap muslim. Karena itu sangatlah tidak pantas disebut sebagai muslim bila masih merasa bahwa kewajiban melaksanakan sholat shubuh adalah sesuatu yang mustahil.

Kedua, Fenomena orang-orang Amerika ( Penulis pernah berkunjung ke Amerika)

Pada keseharian mereka terdapat pelajaran berharga yang bisa kita ambil hikmahnya. Ketika saya pergi sholat shubuh kemasjid, banyak saya jumpai orang amerika sedang jalan², saya ulangi lagi, “saya pergi” bukan “saya pulang”. Tahukah anda mengapa mereka mau bangun pagi² sebelum jam lima pagi dan keluar rumah dalam keadaan cuaca yang sangat dingin? Ternyata mereka melakukan itu hanya untuk berjalan² bersama anjingnya guna menghirup udara segar!!!.

Orang² amerika bangun jam setengah lima pagi. karena hatinya terpaut dengan anjingnya yang terkurung didalam rumah sepanjang hari. Mereka bangun pagi² sekali supaya anjing² bisa menghirup udara segar.

Saya berharap dari anda, wahai saudaraku yang mulia. Mari bersama² memecahkan masalah penting ini. Orang² amerika yang non muslim itu bangun pagi² demi anjingnya. sedangkan sebagian orang Islam, atau “sebagian besar” orang Islam enggan bangun pagi demi Allah tuhannya.

Ketiga, kita tinggalkan orang² amerika, mari tengok diri sendiri

Ketika anda akan bepergian, mungkin berlibur atau urusan dinas dengan waktu keberangkatan kereta atau pesawat jam enam pagi, bisakah dengan potensi fisik anda saat itu yang mungkin kelelahan, kurang tidur atau apalah anda tiba di stasiun atau dibandara tepat pada waktunya? atau anda tidak mampu?

Apakah ada kelonggaran waktu bagi anda untuk datang terlambat ke stasiun atau bandara? atau kelonggaran tidak berlaku sehingga anda mampu datang tepat waktu agar tidak tertinggal?

Ketika anda bekerja ditempat yang sangat jauh dari rumah dan pekerjaan dimulai jam tujuh pagi, apakah anda bisa bangun pagi untuk berangkat kerja? atau anda akan selalu izin pada pimpinan anda setiap hari karena kondisi anda tidak memungkinkan untuk pergi pagi²?

Mengapa kita tidak bisa meminta izin pada pimpinan kita, padahal dia hanya seorang manusia biasa. Namun disisi lain kita dengan begitu mudahnya setiap hari “meminta izin” pada Allah SWT tuhan yang menciptakan anda dan pimpinan anda untuk terlambat mendirikan shalat Shubuh?

Coba renungkan ini. kalau seandainya ada seorang kaya raya berjanji akan memberi anda uang setiap hari pukul lima pagi sebesar satu juta rupiah jika anda datang tepat waktu kerumahnya, apakah anda akan mendatanginya? apakah anda akan beralasan bahwa anda tidur terlambat, atau karena anda kelelahan sehingga anda tidak bisa datang tepat waktu?

Coba bayangkan kalau anda benar² datang padanya tepat waktu dan mendapatkan satua juta rupiah setiap hari, niscaya anda akan melakukan ini terus menerus satu tahun penuh maka anda akan mendapatkan 365 juta rupiah bukan?

Kemudian bayangkan setelah satu tahun datang ajal menjemput anda. Bayangkan anda dibawa dengan keranda menuju liang lahat. Coba pikirkan bila anda berada pada posisi ini. Silahkan jawab pertanyaan ini dengan jujur :

“Apakah anda senang masuk liang lahat dengan membawa uang 365 juta dn anda tidak melaksanakan shalat shubuh walau sekalipun? ataukah lebih utama bila anda masuk liang lahat dengan membawa 365 shalat shubuh, dan anda tidak membawa uang walau serupiahpun?”

Coba bayangkan, betapa manusia begitu bersemangatnya bangun untuk mengumpulkan harta tapi mereka tidak bangun untuk mengumpulkan kebaikan!. Apakah ia ragu akan datangnya kematian? atau ragu akan datangnya hari pembalasan? atau jangan² ia malah ragu akan adanya Allah SWT?

Satu lagi, renungkan ini. Tiba² istri atau ibu anda membangunkan anda pada jam empat pagi dan berteriak, “rumah tetangga kita kebakaran!!!” Jawablah dengan jujur, “apakah anda akan segera loncat dari tempat tidur dan berpakaian seadanya, atau malah tidak sempat berpakaian kemudian anda sekeluarga berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri ataukah anda akan berkata pada istri atau ibu anda, “biarkan saya tidur, saya lelah sekali karena saya tidur terlambat dan banyak pekerjaan menunggu saya besok. InsyaALLAH apinya akan mati dengan sendirinya”.

Jawablah kembali dengan jujur, mana yang lebih menakutkan kebakaran dirumah tetangga atau api neraka dihari kiamat nanti? mana yang lebih menyakitkan api dunia atau api neraka? lalu mengapa kita selalu menganggap remeh api neraka sementara kita tahu bahwa dia benar² ada dan tidak akan pernah padam? mengapa justru lebih takut pada api dunia?

Rosululloh SAW bersabda, “api kalian yang dinyalakan anak² Adam merupakan sepertujuhpuluh dari panasnya neraka jahannam” (Hr Bukhori dan Muslim)

Pada hari itu, dineraka jahannam terdapat tujuh puluh ribu pengikat, yang pada masing² pengikat dikendalikan seribu malaikat yang mengekangnya” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Api neraka dinyalakan selama 1000 tahun sampai berwarna merah. Kemudian dinyalakan lagi selama 1000 tahun hingga berwarna putih. Kemudian dinyalakan lagi selama 1000 tahun hingga berwarna hitam dan menjadi hitam pekat” (Hr.Tirmidzi dan Ibn Majah)

Orang yang menjaga shalat Shubuhnya, niscaya Allah akan memberikan jaminan padanya terbebas dari siksa neraka jahannam.

Tidak akan masuk neraka, orang yang shalat sebelum terbit matahari (shubuh) dan sebelum terbenam matahari (ashar)” (HR. Muslim)

Nah, masihkah kita berucap “mustahil bagi saya untuk bangun shalat shubuh?” sesungguhnya permasalahannya kembali pada kemauan. Anda mau atau tidak?

Kawan, hari, bulan dan tahun akan melewati kita begitu saja. Hari² yang mahal tersebut sudah berlalu. Kalaupun Allah memberi kita umur panjang hingga sempat bertaubat lalu bagaimana caranya kita akan mengembalikan hari² yang telah berlalu tersebut?

Akan datang hari dimana anda menyukai dan sangat ingin pergi ke masjid namun anda tidak lagi mampu untuk pergi. Mungkin sudah tua dan lemah, mungkin sakit parah, atau karena sudah mati.

Gunakan yang lima sebelum datang yang lima: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa kosongmu sebelum datang masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu” (HR. Al-Hakim)

Wallohu a’lam

Dipublikasikan olh: Sandi, bersumber dari rangkuman buku berjudul Misteri Shalat Shubuh karya DR. Raghib As-Sirjani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s