Sudahkah Kita Mendirikan Shalat atau Hanya Sebatas Mengerjakan?

Posted: 4 November 2010 in Serba-Serbi Sholat
Tag:, ,

Banyak yang mengerjakan sholat tapi sedikit orang yang menegakkan atau mendirikannya. kata-kata tersebut mungkin dapat menakut-nakuti kita yang setiap hari nya tidak lupa untuk menunaikan salah satu ibadah wajib yang dibawa rasul sebagai “oleh-olehnya” dari sidratul muntaha, yaitu sholat. Banyak keterangan yang memberikan informasi kepada kita seberapa pentingnya sholat itu, yang tidak perlu kita tanyakan lagi kenapa harus dilaksanakan lima waktu setiap hari nya dan kenapa harus 2, 3 atau 4 rakaat. Hal tersebut tidak perlu kita tanyakan lagi… Namun yang perlu kita tanyakan pada diri kita adalah, “sudahkah kita menjadi penegak-penegak sholat???” Jangan sampai kita tidak pernah lupa untuk melaksanakan sholat lima waktu setiap harinya, tapi ternyata kita baru mengerjakannya saja, belum sampai menegakkan sholat.
Mari kita telaah, di dalam Alquran perintah dari Allah tentang hal ini adalah “Dirikanlah/ tegakkanlah shalat” bukan “kerjakanlah shalat”. sepertinya kita perlu menelaah tentang perbedaan kedua kata ini, mendirikan beda halnya dengan menegakkan. Kalau mengerjakan bisa jadi hanya sekedar melakukan shalat sesuai apa yang diperintahkan saja, tanpa memahami kaidah dan perintah pelaksanaan shalat tersebut, tidak memaknai shalat yang setiap kali dilakukan. Dengan kata lain, orang yang sekedar mengerjakan sholat ini hanya sekedar menggugurkan kewajibannya saja. Sedangkan orang-orang yang menegakan sholat, Dia tidak hanya sekedar mengerjakan sholatnya, tetapi juga dia memahami bahwa sholatnya itu adalah sebagai sarana komunikasi dengan Allah, dan memaknai sholatnya tidak hanya ketika dia shalat saja, Tapi sholatnya itu tercermin dalam kehidupannya sehari-hari.

Lalu bagaimana kita dapat mendirikan sholat kita??? Untuk mendirikan shalat, dapat dicapai ketika kita sudah bisa khusyuk dalam shalat. Bukankah Allah telah memberikan informasi kepada kita dalam firmanNYA “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat, dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” Albaqarah:45. Dalam ayat tersebut jelas bahwa mendirikan shalat itu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, jadi satu-satunya kunci untuk mendirikan shalat adalah kita harus bisa khusyuk, setidaknya dalam shalat kita.

Kalau di cari, banyak sekali tips yang diberikan para ulama untuk bisa khusyuk dalam shalat. Namun penulis hanya akan menyampaikan tiga saja, yang penulis kutip dari salah seorang ustadz.
Pertama, Hadirkan hati kita baik sebelum wudhlu untuk shalat maupun ketika kita sedang shalat. Hadirkan hati kita bahwa ketika kita akan shalat, kita akan menghadap Pencipta dari Alam semesta ini, pencipta diri kita, Satu-satunya dzat yang Maha Agung, Maha Kuasa atas setiap makhlukNYA. Dan ketika sedang shalat, hadirkan hati kita bahwa pada saat itu, kita sedang berhadapan langsung dengan Dzat yang Maha Agung tadi.
Kedua, Perlama waktu sujud kita, sebab dalam satu keterangan, salah satu waktu paling dekat seorang hamba dengan penciptanya adalah ketika Sujud, bahkan jaraknya lebih dekat dari jarak dirinya dengan urat nadi lehernya sendiri.
Ketiga, Dzahirkan bacaan shalat kita. Walaupun ketika sedang shalat dzuhur atau ashar, setidaknya bacaan kita, terdengar oleh telinga kita sendiri.

Mari kita belajar dari pengalaman salah seorang salafusshalih, Sahabat Ali ketika dalam peperangan tertusuk anak panah, pada saat mau di cabut anak panah tersebut dalam tubuhnya merasakan kesakitan yang luar biasa. tapi ketika rasulullah memerintahkan sahabat yang mau mencabut anak panah tersebut untuk menunggu dulu sampai tiba waktu shalat dan mencabut anak panah tersebut di cabut pada saat Ali sedang shalat dia tidak merasakan sakit sedikitpun. itulah salah satu contoh dari seseorang yang mampu khusyuk dalam shalatnya…

Bagaimana dengan kita? apakah kita bisa seperti Ali, mungkin sangat jarang yang bisa seperti itu saat ini… tapi setidaknya, kita terus berusaha untuk khusyuk dalam shalat, melaksanakan shalat sesuai waktu yang telah ditetapkan dan tidak menunda-nundanya, serta memaknai shalat dalam kehidupan sehari-hari kita.

Ingat, Allah pun memberikan peringatan kepada kita, celakalah orang-orang yang sholat!!! Disini berarti Allah memberikan warning kepada kita untuk memahami begitu pentingnya mendirikan shalat sesuai dengan waktunya masing-masing. jangan sampai hanya sekedar melaksanakan saja, tapi fahami shalat tersebut sebagai moment dimana kita berinteraksi dengan yang menciptakan diri kita, yang menciptakan Alam semesta ini, Raja dari segala raja, Dialah ALLAH SWT. Mudah-mudahan dengan semua itu, kita termasuk orang-orang yang mendirikan shalat sebagaimana yang diperintahkan. Ammin..
Wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s